Ada
cerita menarik, kisah
yang sangat menegangkan yang mungkin hanya sekali
seumur hidup kita hadapi, mengisi buku harian ini
dengan berbagi macam pengalaman yang unik dan mengesankan. |
| |
sepenggal
perjalanan
Saat
ini banyak ketakutan yang hinggap dalam diri ini
bila melakukan pendakian. Ketakutan akan diriku
yang sombong dan takabur dengan keberuntunganku
selama ini. Sehingga menganggap sepele, menganggap
remeh hal-hal yang kecil sekalipun. Aku sadari
suatu hari nanti mungkin aku tak akan seberuntung
kisah-kisahku yang lalu.
Selengkapnya
|
|
|
Akankah
sia-sia????
Bintang...
kau ajari aku rasa kagum akan ke-Agungan-nya
Hutan...
kau ajari aku akan rasa ketenangan yg hakiki
Bumi...
kau ajarkan aku rasa berserah diri pada-Nya, kau
begitu kuat menahan beban dunia dipundakmu, rela
dirimu dibanjiri bau amis darah manusia, kau tegar
saat dirimu dibumi hanguskan oleh keserakahan manusia.
Karang...
kau ajari aku makna sebuah kesombongan
Sungai...
hikmahmu membuatku mengerti apa yang kau tanamkan
pd alam ini
|
Temu
kangen #pendaki, Mei 2013 - Sukamantri, Bogor
  
=================================================================
GUNUNG SALAK I VS BUAH SALAK
"10 menit lagi!," kata Sang Pemandu.
"10 menit lagi," ulangnya. "Ini Pos
6, Puncak adalah Pos 7. Ayo 10 menit lagi, 1 pos lagi."
Gemerlap sesaat di hati salah seorang gadis yang berjalan
terseok-seok di belakanganya. Seperti kembang api
di langit malam, disulut dengan cepat, berpendar membelah
udara, lalu padam dan kembali pekat. Pendaran itu
pergi secepat datangnya. Seperti itulah efek dari
kata penghiburan tersebut, melintas sejenak di benak,
kemudian padam digilas realitas logika
"10 menit dari Hongkong??!,"
namun teriakan itu tidak pernah keluar dari mulut
si gadis,
selengkapnya........
|
|
Aku
dan hijjau
"hijjau…
"hanyalah sebuah singkatan kata. Untaian kata-kata
yang memiliki arti atau makna untuk menyadarkan diri
ini, dan berusaha untuk mencoba mencintai lingkungan
atau alam ini. Nama itu datang membawakan sebuah inspirasi
yang positif yang membuat hidup ini lebih berarti."
Masih terbayang erat saat itu
ketika mendaki Gn. Salak, ketika lelah menyengat saat
menghadapi cuaca yang kurang bersahabat. Tiba-tiba sayup-sayup
kudengar obrolan teman kakakku menyebut kata hijau ketika
mereka sedang membicarakan salah satu album Iwan Fals.
Lalu iseng aku mencoba menguraikan kata itu menjadi
sebuah rangkaian kata yang erat dengan alam. Dengan
menambahkan huruf 'j', maka lahirlah 'hijjau' dipuncak
Gn. Salak tahun 1994.
Bukan tanpa makna atapun alasan
mengapa aku sangat menyukai kata tersebut, hijjau
(hirau jenggala hijau) begitu menarik perhatian dengan
makna yang cukup dalam akan arti kepedulian terhadap
alam dan lingkungan. Sehingga memberikan semangat dan
kontrol pada diri untuk lebih santun dalam perlakuan
diri terhadap alam sekitarnya yang insya Allah akan
terbawa dalam keseharian di kehidupan ini.
hijjau
menjadi nama panggilanku dalam berinteraksi di dunia kabel
atau cyber. |