|
|
||||
Sewindu terlewati sudah (menjelang satu dekade) |
Saat pertama kali aku melakukan pendakian, banyak pertanyaan yang muncul di benak ini. Terbersit perasaan takut, penasaran, dan semangat semua bersatu dalam dada ini. Apakah yang akan ku temui disana ? ada apakah diatas sana ? dibalik lebatnya hutan, dibalik selimut kabut yang tebal, dibalik kepekatan malam yang penuh mistery. Sejak saat itu hari-hari ku penuh dengan petualangan dan pencarian jati diri. Apa yang kucari selama ini? Saat itu yang ada dibenakku adalah bagaimana aku bisa lepas dari hiruk-pikuk di kampus, lepas dari masalah dirumah ataupun masalah dengan teman-teman dekatku. Aku ingin bebas menikmati ketenangan dan kedamaian jauh diatas sana, sembunyi di balik pohon-pohon, semak belukar dan hitamnya malam yang bisa membuatku terlena. Hadir disana rasa takut, gelisah dari semua pendakian yang kulakukan. Berbagai macam pengalaman pernah kulalui. Yang ku-lalui seorang diri maupun bersama teman-temanku. Senyum simpul terkuak di wajahku saat ku mengingat semua pendakian yang pernah dijalani. Ada tawa, canda dan bahagia disana. Ada pula tangis, kecewa dan pasrah saat harus menghadapi musibah yang dijalani. Ya, Allah betapa aku orang yang sangat beruntung dan juga orang yang paling bodoh saat itu. Kenapa aku tidak menyadari betapa Engkau Maha Pengasih dan Penyayang. Aku selalu dapat mengatasi rintangan-rintangan selama perjalananku. Oh, betapa beruntungnya diriku. Tapi mengapa saat itu aku tidak menyadari akan Kemurahan Sang Pencipta, betapa aku ini begitu bodoh, hanya nafsu yang ada dalam diri ini. Nafsu untuk menaklukan sang alam. Ya, Allah semoga kau mengampuni ke khilafanku saat itu. Seiring dengan waktu alam banyak memberiku hal-hal yang sangat positif, yang sedikit banyak membentuk watak dan sifatku. Alhamdulillah, setidaknya aku bisa mengambil hikmah dari sepenggal perjalanan ini. Sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupanku. Saat ini banyak ketakutan yang hinggap dalam diri ini bila melakukan pendakian. Ketakutan akan diriku yang sombong dan takabur dengan keberuntunganku selama ini. Sehingga menganggap sepele, menganggap remeh hal-hal yang kecil sekalipun. Aku sadari suatu hari nanti mungkin aku tak akan seberuntung kisah-kisahku yang lalu. Aku ingin mempunyai kenangan manis yang tertoreh di dalam hatiku. Kenangan indah saat-saat alam menjadi guru sejati dalam membentuk diriku. Semoga sikap serta sifat ku akan semakin santun dan bijak dalam menjalani kehidupan ini. Semoga apa yang telah sang alam ajarkan pada diri ini menjadi bekal untuk melakukan sepenggal perjalanan yang lain yang menanti ku di masa depan. Amin.
|
1
(satu) D e k a d e |
|
|
“Sudah cukup jauh, perjalanan ini
Penggalan lagu diatas sepertinya mencerminkan perjalanan hidup yang selama
ini terus ku-lalui. Sewindu sudah tak terasa waktu berlalu, banyak hal
yang telah terjadi yang mengisi hari-hari perjalanan-ku. Entah berapa
banyak waktu ku-habiskan hanya untuk sebuah pencarian. Hari-hari yang
penuh dengan petualangan dan tantangan. Hutan... Sang Alam pun tak henti-hentinya memberi-ku harta,
harta yang tak bisa ditandingi emas-permata sekalipun. Betapa Sang Alam
begitu berbelas kasih pada-ku untuk membimbing dan menuntun-ku melewati
masa-masa sulit. Memberi-ku arti cinta…memberiku arti kasih…memberiku
arti peduli. Semua terekam dalam pita sanubari-ku. Bila akhirnya semak belukar menutup jalan setapak Semoga saja tidak ! Saat ini tak banyak keingin dan harapan yang ingin dilakukan, hanya sebuah kerinduan akan belaian alam yang menggelitik untuk selalu dekat denganya. Panggilan alam tak akan selalu berbisik dan bercerita tentang keIndahan-Nya…tentang keAgungan-Nya…tentang Kasih dan Cinta-Nya. Oh…betapa indah dan nyata apa yang telah Dia berikan untuk-ku. |
| HIJJAU 1993 - 2003 |
Hakcipta hijjau@pendakierror.com 2004