|
|
||||
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang semula bernama Taman Nasional Dumoga Bone ditetapkan sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan tahun 1990 dengan luas ± 287.115 hektar. Secara administratif pemerintahan berada pada Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Gorontalo, Propinsi Dati I Sulawesi Utara. |
|
TUMBUHAN, SATWA DAN POTENSI WISATA ALAM
Dengan adanya ketinggian
yang bervariasi antara 50 - 2.000 m dpl, kawasan ini memiliki beberapa
tipe hutan. Lebih dari 90% kawasan taman nasional tertutup oleh hutan
primer. Sesuai dengan hasil ekspedisi Linnaeus I (1991), di dalam kawasan
taman nasional terdapat 216 jenis dari suku tumbuhan tinggi, 120 jenis
paku-pakuan dan 22 jenis suku lumut. Selain itu dijumpai adanya 24 jenis
anggrek (ekspedisi Putri Anggrek I Kabila, 1992). Hal tersebut merupakan
tambahan dari jenis yang telah diketahui beberapa tahun lalu yaitu lebih
kurang 250 jenis tumbuhan.
Jenis satwa khas yang ada di taman nasional antara lain maleo, anoa, babirusa, tarsius, yaki, berbagai jenis serangga dan lain-lain. Potensi Wisata Alam Di Tumokang Kosinggolan
: keindahan alam, sumber air panas, keunikan alam dan atraksi (berkemah,
lintas alam, memancing, foto hunting). |
|
KEADAAN ALAM DAN IKLIM
|
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone merupakan rangkaian pegunungan dari ketinggian 50 - 1.900 m dpl, membentang dari Barat ke Timur dan dikelilingi oleh lembah-lembah yang sempit dan lereng bukit yang terjal. Puncak gunung yang tinggi antara lain Gunung Kabila (1.735 m), Gunung Padang (1.300 m) di Dumoga dan Gunung Gambuta (1.954 m), Gunung Ali (1.945 m) serta Gunung Damar di Bone. Jenis tanahnya sebagian besar adalah Latosol. Batuan induk berasal dari gunung api dan gunung kapur, pada umumnya lapisan tanah atas makin ke Barat makin tipis. Pada umumnya curah hujan di kawasan ini cukup tinggi dan merata. Antara bulan Nopember dan April bertiup angin Utara yang membawa hujan, sedangkan antara bulan April dan Nopember bertiup angin Selatan yang kering, sehingga kawasan ini mengalami musim kemarau. |
|
Cara mencapai
lokasi :
Manado - Kotamobagu (185 km) waktu 4 jam. Dari Kotamobagu ke Toraout (69 km)
waktu 1 jam atau dari Kotamobagu ke Maelang (100 km) waktu 3 jam.
Manado adalah kota besar yang terdekat dengan taman nasional ini, dan dapat
dicapai dari Ujung Pandang dengan pesawat terbang atau dengan kapal. Dari Manado
sampai ke lokasi dapat ditempuh dua route jalan darat yaitu lewat sepanjang
pantai (lewat Kapitu - Inobonto) terus ke Doloduo berjarak ± 260
km dan lewat pedalaman (lewat Kapitu - Motoling -Tompaso Baru) terus ke Doloduo
berjarak ± 250 km. Hotel dan penginapan dapat di Manado dan Kotamobagu,
sedang di Doloduo tidak terdapat fasilitas tersebut, sehingga bagi pengunjung
yang hendak bermalam dianjurkan untuk membawa perlengkapan berkemah.
Potensi Kawasan
:
Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang ditetapkan sesuai Surat Keputusan
Menteri Kehutanan No. 1068/Kpts-II/92 tanggal 18 Nopember 1992 seluas 287.115
hektar, sebelumnya dikenal dengan nama Taman Nasional Bumoga Bone.
Perubahan nama ini merupakan salah satu upaya untuk menghormati pahlawan di Sulawesi Utara. Dengan penggunaan nama pahlawan ini diharapkan secara psikologis dapat menggugah masyarakat setempat untuk turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestariannya.
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone terletak di antara Lembah Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow sampai Lembah Bone Kabupaten Gorontalo, Sulawesi Utara.
Sumberdaya alam hayati taman
nasional tersebut bukan saja merupakan aset bagi pembangunan daerah, tetapi
bersifat nasional bahkan internasional. Hal ini dibuktikan bahwa kawasan tersebut
merupakan peralihan antara Zona Malaysia dan Australia yang dikenal dengan "Wallacca
Area". Dengan demikian banyak dijumpai karakteristik dan keunikan jenis
tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Kecuali itu, kawasan taman nasional
sesuai dengan lokasi dan topografinya berfungsi sebagai sumber air dan daerah
tangkapan air bagi beberapa bendungan seperti Toraut dan Kosinggolan. Beberapa
jenis satwa khas dan endemik yang ada antara lain maleo, anoa dan babirusa.
Topografi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone beragam mulai dari datar, bergelombang
ringan sampai berat dan berbukit terjal dengan ketinggian tempat berkisar antara
50 - 1.970 m dpl. Puncak tertinggi adalah G. sinombayuga membelah Utara-Selatan
kawasan yang sekaligus membelah DAS Bone dan Dumoga. Secara umum curah hujan
di lembah dumoga rata-rata 1.700 - 2.200 mm/tahun. Temperatur udara berkisar
antara 21,5° - 31° C, kunjungan terbaik pada bulan April s/d
September.
Kawasan terdiri dari hutan lumut, hutan hujan pegunungan rendah, hutan hujan
dataran rendah dan hutan sekunder. Flora yang dominan adalah jenis-jenis Ficus
antara lain Piper adundum, Trema orientalis, Macaranga sp, kayu kuning (Arcangelisia
flava), palem matayangan (Pholidocarpus ihur), cempaka, kenanga, agathis, kayu
hitam, kayu besi dan lain-lain.
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone memiliki keanekaragaman fauna yang berasal
dari wilayah Oriental dan Australasian dengan tingkat keendemikan yang tinggi.
Burung-burung yang beranekaragam sekitar 125 jenis antara lain merpati, paruh
bengkok, rajaudang, kupu-kupu, rangkong, pemakan lebah, dan sejenis burung yang
istimewa yaitu Maleo (Megacephalon maleo). Selain itu satwa yang ada antara
lain anoa besar, babi rusa, tarsius, kuskus dan berbagai jenis reptilia.
Kegiatan yang ditawarkan :
Fasilitas yang
tersedia :
Kantor, wisma tamu, laboratorium, wisma peneliti, jalan trail, pondok kerja,
pos jaga, camping ground, stasiun penelitian, shelter dan lain-lain.
Informasi Lainnya
:
o Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dikenal sebagai "Wallacea Area"
o Belum ada pengusahaan pariwisata alam.
Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Perjalanan ke Taman Nasional
Keadaan Alam dan Iklim
Tumbuhan, Satwa dan Potensi Wisata Alam
Pengelolaan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Peraturan Perundang-Undangan
Pedoman Berkunjung
Alamat : Jl. A.
K. D. Kotamobagu 95176, Sulawesi Utara
Telp. (0434) 22548
Hakcipta hijjau@pendakierror.com 2004