|
|
||||
Taman Nasional Gunung Leuser
| Diumumkan/dinyatakan | Menteri Pertanian, tahun 1980 dengan luas 792.675 ha |
| Ditunjuk | Menteri Kehutanan, SK. N0. 276/Kpts-VI/1997 dengan luas 1.094.692 ha |
| Letak | Prop. Sumatera Utara dan Prop. D.I. Aceh |
| Temperatur Udara | 21° - 28° C |
| Curah Hujan | 2000 - 3.200 mm/tahun |
| Ketinggian Tempat | 0 - 3.381 m dpl |
![]() |
Taman Nasional Gunung Leuser
merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika
dataran rendah sampai pegunungan. Jenis batuannya terdiri dari batuan sedimen, batuan vulkanik, batuan kapur, batuan pluton, batuan alluvium dan batuan lainnya, keadaan tanahnya didominasi oleh komplek podsolik coklat, podsolik dan litosol. Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar biosfir. Berdasarkan kerjasama Indonesia - Malaysia, juga ditetapkan sebagai "Sister Parks" dengan Taman Negara National Park (Malaysia). |
Potensi Flora
Kawasan
terdiri dari hutan pantai/rawa, hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi
dan pegunungan yang sebagian besar kawasan didominir oleh ekosistem hutan
Dipterocarpaceae dengan flora langka khas Raflesia atjehensis dan Johanesteinimania
altifrons (pohon payung raksasa) dan Rizanthes zippelnii yang merupakan
bunga terbesar, langka dan dilindungi dengan diamater 1,5 meter. Selain
itu, itu terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan paceklik. Taman Nasional Gunung Leuser, memiliki penyebaran vegetasi hutan yang komplit mulai dari vegetasi hutan pantai/rawa, hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi dan pegunungan. Diperkirakan ada sekitar 3.500 jenis flora. |
Potensi Fauna
Taman Nasional
Gunung Leuser juga kaya akan jenis fauna mulai dari Mamalia dan/Primata,
Carnivora, Herbivora, Aves, Reptil, Amphibi, Pisces dan Invertebrata.
Diperkirakan ada sekitar 89 jenis satwa yang tergolong langka dan dilindungi
ada di sini di samping jenis satwa lainnya. Untuk jenis mamalia dan/Primata Taman Nasional Gunung Leuser memiliki 130 jenis mamalia atau sepertiga puluh dua dari keseluruhan jenis mamalia yang ada di dunia atau seperempat dari seluruh jumlah jenis mamalia yang ada di Indonesia. Diantaranya yang paling menonjol adalah Mawasa (Pongo pygmaeus abelii), Sarudung (Hylobates lar), Siamang (Hylobates syndactilus), Kera (Macaca fascicularis), Beruk (Macaca nemestriana) dan Kedih (Presbytis thomasi). Untuk jenis satwa carnivora seperti Macan dahan (Neofelis nebulosa), Beruang (Helarctos malayanus), Harimau sumatera (Phantera tigris Sumatraensis). Jenis satwa herbivora seperti Gajah (Elephas maximus), Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatraensisi), Rusa (Cervus unicolor). Jenis satwa Aves/burung , diperkirakan ada sekitar 325 jenis burung di Taman Nasional Gunung Leuser atau sepertiga puluh dari jumlah jenis burung yang ada di dunia. Diantaranya yang paling menonjol adalah Rangkong Badak (Buceros rhinoceros). Jenis fauna Reptilia dan Amphibia didominasi oleh jenis fauna ular berbisa dan Buaya (Crocodillus sp). Untuk fauna jenis Pisces yang menarik adalah Ikan Jurung (Tor sp), yang merupakan ikan khas Sungai Alas dan dagingnya terkenal akan kelezatannya serta bisa mencapai panjang 1 meter. Sedangkan jenis fauna Invertebrata, didominasi oleh Kupu-kupu. Satwa langka dan dilindungi yang terdapat pada hutan Taman Nasional Gunung Leuser antara lain: • Orang Utan (Pongo pygmaeus abelii) • Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) • Harimau loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrae) • Gajah Sumatera (Elephas maximus) • Beruang Madu (Helarctos malayanus) • Burung Rangkong Papan (Buceros bicornis) • Anjing Ajag (Cuon Alpinus) • Siamang (Hylobates syndactylus) |
![]() |
Potensi Obyek Wisata dan Penelitian
Taman Nasional
Gunung Leuser, di samping merupakan kawasan pelestarian alam yang kaya
akan jenis flora dan faunanya juga kaya akan panorama alam yang indah
dan dapat dijadikan obyek dalam kegiatan Ekotourism seperti berpetualang
di alam bebas/berjalan-jalan di hutan, rekreasi, berkemah, mengamati burung,
memancing, arung jeram/rafting dan lainnya di dalam zona Pemanfaatan Taman
Nasional Gunung Leuser. Taman Nasional Gunung Leuser juga meruapakan laboratorium
alam yang terlengkap dan merupakan potensi besar untuk kegiatan penelitian
serta kegiatan shooting film. |
Potensi Kawasan
:
Musim kunjungan terbaik adalah bulan Juni s/d Oktober. Beberapa lokasi/obyek
yang menarik untuk dikunjungi, antara lain:
Gurah. Melihat dan menikmati panorama alam, lembah, sumber
air panas, danau, air terjun, pengamatan satwa dan tumbuhan seperti bunga Rafflesia,
Orang Utan, Burung, Ular dan Kupu-kupu.
Rehabilitasi Orangutan Bohorok. Melihat Orang Utan yang sedang
diberi makan, selain itu terdapat panorama sungai, bumi perkemahan, dan pengamatan
burung.
Kluet. Bersampan di sungai dan danau, trekking pada hutan pantai
dan wisata goa. Daerah ini merupakan basis harimau.
Sekundur. Berkemah, wisata goa dan pengamatan satwa.
Ketambe dan Suak Belimbing. Penelitian primata dan satwa lain
yang dilengkapi rumah peneliti dan perpustakaan.
Gunung Leuser (3.404 m dpl), dan Gunung Kemiri (3.314
m dpl). Memanjat dan mendaki gunung. Untuk kegiatan pendakian gunung,
ada 2 (dua) puncak tertinggi yang dapat dijadikan Titik Tujuan Pendakian di
samping puncak gunung lainnya.
1. Gunung Leuser (3404 M)
Perjalanan ke puncak Gunung Leuser dapat dimulai dari Agusan (sebelah barat
Blangkejeren - Aceh Tenggara) dengan waktu tempuh diperkirakan 15 hari dan dari
Panosan (Blangkejeren - Aceh Tenggara) dengan waktu tempuh diperkirakan 9 hari.
Obyek selain medan lapangan Gunung Leuser yang dapat dinikmati adalah hutan
tropis yang masih perawan, hutan dataran tinggi yang lebat, hutan lumut padang
bunga liar yang luas, harimau, rusa, burung dan satwa primata lainnya.
2. Gunung Kemiri (3314 M)
Perjalanan menuju puncak Gunung Kemiri dapat dimulai dari Gumpang (Aceh Tenggara
- Propinsi DI Aceh) melalui lereng-lereng di sebelah barat Sungai Alas, dengan
waktu tempuh diperkirakan selama 5 hari.
Obyek yang dapat dinikmati adalah hutan tropis yang perawan, panorama puncak
Gunung Leuser dan Gunung Bendahara, Kota Kutacane, primata (Orang Utan, Gibbon,
Siamang, Kera), Rusa, Harimau dan lainnya.
Arung Jeram Sungai Alas. Untuk kegiatan rafting menyusuri Sungai Alas, dapat
dilakukan di lokasi:
Sungai Alas (Gurah - Aceh Tenggara) sampai ke Gelombang (Aceh Selatan) dengan
pembagian rute, yakni:
1. Dari Gurah sampai Muara Situlen, waktu perjalanan selama 2 hari.
2. Gurah sampai Gelombang, waktu perjalanan selama 5 hari.
3. Dari Muara Situlen sampai Gelombang, waktu perjalanan 3 hari.
Sarana dan Prasarana yang Tersedia
Sarana dan prasarana yang tersedia di dalam obyek wisata antara lain : penginapan
tradisional s/d bungalow, kantin/restaurant, visitor centre/tourist information,
jalan setapak (trail) untuk menikmati hutan, sumber air panas, air terjun, areal
berkemah, tower, shelter dan petugas pemandu Taman Nasional Gunung Leuser yang
berpengalaman dan siap untuk berbagai kegiatan.
Visitor Centre Boerohok di Bukit lawang
Obyek yang menarik untuk dinikmati berupa panorama alam hutan tropis dan perkampungan
rakyat tradisional di sepanjang tepian Sungai Alas, medan sungai yang berarus
tenang sampai deras dan jeram-jeramnya yang membawa keasyikan tersendiri dan
memerlukan keberanian yang tinggi. Dan juga jenis satwa yang turun minum ke
tepi sungai seperti primata, rusa, babi hutan, gajah, burung, dan mandi di Sungai
Alas yang sejuk dan jernih.
Cara Mencapai Lokasi Taman Nasional :
• Medan - Kutacane (+ 240 km), 8 jam dengan mobil.
• Kutacane - Gurah/Ketambe (+ 35 km), 30 menit dengan mobil.
• Medan - Bohorok/Bukit Lawang (+ 60 km), 1 jam dengan mobil.
• Medan - Sei Betung Sekundur (+ 150 km), 2 jam dengan mobil.
• Medan - Tapak Tuan (+ 260 km), 10 jam dengan mobil.
Alamat Kantor Taman Nasional
Gunung Leuser:
Jl. Raya Blangkejeren No. 37 Tanah Merah, Km. 3, PO.Box 16, Kutacane, D.I. Aceh
Telp. (0629)21358 Fax. 21016
E-Mail: tnglaceh@indosat.net.id
Hakcipta hijjau@pendakierror.com 2004